ASSALAMUALAIKUM, AHLAN WA SAHLAN

Heliconia by the Fence

Welcome to HELICONIA’S WEBLOG @ MALAYSIA
View Previous Entries Index : 2006-2008
Lihat arkib posting lalu di Entries Index : 2006-2008
Heliconia’s Weblog @ Malaysia lahir pada 20 Disember 2006, untuk mengisi satu ‘niche’ dunia internet yang tersendiri. Ia lahir atas inisiatif dan usaha peribadi, berupa himpunan pendapat bebas yang dikutip, juga diselang-selikan dengan tulisan sendiri. Heliconia memasuki dunia blogsfera ini untuk memberitahu bangsanya dan dunia seluruhnya, apa yang diyakininya dan diimpikannya, setelah melihat suatu ketidakadilan dan ’stereo-typing’ yang wujud sekian lama dalam medan politik dan media negaranya.
————————————————————————
DALIL SISTEM KHILAFAH AKAN MUNCUL SEBELUM KIAMAT;
1. Dalil Al Quran
Dan Allah telah menjanjikan kepada orang2 beriman di antara kamu dan yg mengerjakan amal soleh, bahawa mereka sesungguhnya akan dijadikan khalifah yg berkuasa di muka bumi ini
sebagaimana telah dijadikan khalifah orang2 sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yg telah diredhaiNya untuk mereka, dan dia benar2 akan menukar [keadaan] mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentiasa’
An Nur: 55
2. Dalil Al Hadis
Dari Nukman bin Basyir, katanya…
‘Suatu ketika kami sedang duduk2 di Masjid Nabawi dan Basyir itu seorang yg tidak banyak bercakap.
Datanglah Abu Saklabah lalu berkata
” Wahai Basyir bin Saad, adakah kamu hafaz hadis Rasulullah tentang para pemerintah?’
Huzaifah RA lalu segera menjawab.
” Aku hafaz akan khutbah Rasulullah SAW itu.”
Maka duduklah Abu Saklabah Al Khusyna untuk mendengar hadis berkenaan.
Maka kata Huzaifah RA, Rasulullah SAW telah bersabda.
“Telah berlaku Zaman Kenabian ke atas kamu, maka berlakulah Zaman Kenabian sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkat zaman itu seperti
yg Dia kehendaki.”
Kemudian belakulah zaman Kekhalifahan (Khulafaur Rasyidin) yang berjalan sepertimana Zaman Kenabian. Maka berlakulah zaman itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya.
Lalu berlakulah zaman pemerintahan yang mengigit (Zaman Fitnah -keamiran/beraja /zaman kesultanan ) Berlakulah zaman itu seperti yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya pula.
Kemudian berlakulah zaman penindasan dan zaman penzaliman(Zaman pemerintahan diktator dan demokrasi) dan berlakulah zaman itu seperti mana yang Allah kehendaki.
Kemudian berlakulah pula zaman kekhalifahan (Imam Mahdi dan Nabi Isa as ) yang berjalan di atas cara hidup Zaman Kenabian.”
Kemudian Rasulullah SAW pun diam….
~Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal di dalam
kitabnya Musnad Al Imam Ahmad bin Hanbal, Juzuk 4, halaman 273.
Juga terdapat dalam kitab As-Silsilatus Sahihah, Jilid 1,
hadis nombor 5.]
—————————————————

The followings are extracted from the book:-
AL MAHDI, JESUS and MOSHAIKH [the ANTICHRIST].
http://www.allah.com/download/ALMAHDI.doc
Narrated by the late Grand Muhaddith of Morocco, Shaykh Abdullah ben Sadek Al Ghumari , Ph.D,
(1914 - 1993) may Allah be pleased with him
1. The Youth of Tamimi
The Messenger of Allah, praise and peace be upon him,
was among a group of migrants and supporters.
Ali, the son of Abi Talib was on his left side and Abbas on his right side
when Abbas and a man from the supporters started to debate
with one another.
The supporter spoke harshly to Abbas,
then the Prophet, praise and peace be upon him,
took the hand of Abbas and the hand of Ali and said:
“From the loins of this (indicating to Abbas)
will come a youth who will fill the earth with transgression and injustice
and from the loins of this (indicating to Ali)
a man who will fill the earth with fairness and justice.
If you see this pay attention to the Tamimi youth who will come
from the direction of the east — he is the owner of the
Banner of Al Mahdi.”
Al Hasan Al Basri said:
“A man of medium stature will come from Ar-Ray (a far-eastern town).
He will be dark and from the children of Tamim -
a Wasaj, named Shuayb son of Salih with four thousand men.
Their clothes will be white and Banners black,
and at his front is Al Mahdi.
He meets no one that he does not defeat and scatter”.
Ka’b, the son of Alkamah said:
“In front of the Banner of Al Mahdi will come a youth
whose beard is yellowish and thin.
If he fights the mountains, he will destroy them
until he reaches Alya’.”
2. Black Banners from the EAST asking for the truth
Ibn Masood reported: “We went to the Messenger of Allah,
praise and peace be upon him,
and he came out with good news -
and happiness was easily recognizable upon his face.
When we asked him about a matter
he would tell us about it,
and we were never silent about anything until he spoke of it,
until a party from the Bani Hashim passed by
amongst whom were Al Hasan and Al Hussain, peace be upon them.
When he saw them he hugged them with tears in his eyes,so we asked:
‘O Messenger of Allah’
we see something has changed your face which distresses us
‘Thereupon he replied:
‘We are a Family of a House
for whom Allah has chosen the Hereafter rather than the present.
After me my family will be refugees,
driven out of countries until the Black Banners are raised in the east.
They will ask for the truth
but they will not be given it,
so they will ask again for it,
and they will not be given it ,
so they will fight and be given victory.
Those of you or your descendants who live during that time
go to the Imam of the Family of my house
even if you have to crawl over ice to him.
Indeed, they are banners of guidance.
They will deliver it to a man from the Family of my House
his name is the same as my name,
and the name of his father is the same as my father,
and he will fill the ground with fairness and justice.
3. Black Banners from the East
“The Black Banners will come from the East for
the children of Al Abbas.
Then there will remain whatsoever Allah wishes.
Then, small Black Banners will come
to fight a man from the children of Abu Sufyan from the East.
They will give their allegiance to Al Mahdi.
“Allah will send a Black Banner from the East,
and Allah will give victory to whosoever supports it.
Whosoever does not support it, Allah will forsake them!
4. Hearts like Iron
“The Black Banners will come to you from the East,
their hearts are like iron.Whosoever hears about them
let them go crawling — even over ice!”

5. The Government of Al Mahdi:
“People will come from the east
and will establish the government for Al Mahdi.”
6. Al Mahdi : Resemble an Arab or an Israel
“Al Mahdi is a man from my children.
His face is like a glittering star,
his skin is the color of an Arab,
and his body is like that of Israel.
He will fill the earth with justice
just as it will have been filled by injustice,
and the dwellers of Heaven and Earth
will be pleased with his Caliphate.”
“If only one day remains in the world,
Allah will send a man with a name like mine.
His manners will be likened to my manners.”
“Al Mahdi is a man from my children
his color is that of the Arab,
and his body is like that of Israel.
On his right cheek there is a mole
that glitters like a star.”
7. Al Mahdi with his banner
Al Mahdi will come upon his Banner and the herald will proclaim:
‘This is Al Mahdi, the Caliph of Allah so follow him!”
8. A group keep fighting for the truth
A group from my nation will keep fighting for the truth
until Jesus, the son of Mary descends at dawn in the
Mosque of Jerusalem.
He will approach Al Mahdi who will say:
‘O Prophet of Allah, come, lead us in prayer.’
But he will decline saying:
‘This nation has princes over each other’
9. Rufaka from the East
The following narration was reported via Saiyidina Ali, may Allah honor his face.
When he from the Family of Muhammad comes Allah will gather dwellers from the East and West for him, just as autumn clouds gather. As for Ar-Rufaka, he will come from the dwellers of Kufa [east] and Al Abdal will come from the dwellers of
Syria.”

~God will bring out from concealment al-Mahdi from my family and just before the day of Judgment; even if only one day were to remain in the life of the world, and he will spread on this earth justice and equity and will eradicate tyranny and oppression.
~Terjemahnya : Allah akan mengeluarkan dari persembunyiannya, Al Mahdi (iaitu) dari kalangan kaum keluargaku sejurus sebelum hari kiamat walaupun kiamat itu tinggal sehari sahaja lagi. Dia akan menyebarkan keadilan dan kesaksamaan di atas muka bumi ini dan menghapuskan kezaliman dan penindasan.[ A Hadith in Musnad Ahmad ibnu Hanbal, Vol 1, p 99 ]
Ini satu promosi KEMATIAN
sungguh menggetarkan hati…
dapat tayang kat sekolah ngan universitini, tentu besar impaknya…
Sesungguhnya mati itu sebaik-baik peringatan..
Ada sesuatu yang saya ingin kongsi dengan tuan puan..
Sesungguhnya Rasulullah saw, Rasul kita pernah mengalami
satu peristiwa yang menyayat hati2 kita, yg meruntun jiwa pabila mendengarnya, lg2 bila menghayatinya…
Daripada Sulaiman Bin Buraidah, drpd ayahnya, dia berkata..
“Nabi saw menziarahi kuburan ibunda beliau bersama 1000 orang yang membawa senjata. Tidak pernah terlihat beliau menangis lebih terharu daripada kali ini” (Riwayat al-Hakim)
Dalam Riwayat Ibnu Mas’ud pula disebutkan..
“Kemudian Raulullah saw pulang dalam keadaan menangis. Maka kami pun menangis kerana tangis beliau. Kemudian beliau menghadap kearah kami. Aku mendekati beliau, lalu bertanya..”Apa yang membuat emgkau menangis wahai Rasulullah? Kami pun ikut menangis dan hati kami menjadi kacau-bilau”
Beliau memegang tangan Umar, lalu menghadap kearah kami dan bertanya..”Apakah hati kalian kacau kerana tangisku?”
“Benar”..jawab kami.
Beliau bersabda..”Sesungguhnya kuburan yang tadi kalian melihatku bermunajat dekat dengan kuburan Aminah Binti Wahab. Tadi aku meminta kepada Rabbi-ku untuk memohonkan ampunan baginya, namun Dia tidak mengizinkan bagiku, lalu turun ayat kepadaku…”Tidak sepatutnya bagi nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunana (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik” (At-Taubah:113) Aku merasakan kasih sayang sebagaimana lazimnya anak terhadap orang tuanya. Maka itulah yang membuatku menangis.” (riwayat Ibnu Hibban)
Sabdanya lagi..Aku meminta izin kepada Rabbi-ku untuk memohonkan ampunan bagi ibuku, namun aku tidak diizinkan. Lalu aku meminta izin untuk menziarahi kuburannya, maka Dia mengizinkan aku. Maka ziarahilah kuburan, kerana hal itu mengingatkan kematian.”(Riwayat Muslim)
Begitu sifat Rasulullah itu lemah lembut dan penuh kasih sayang. Tangis beliau hanya setakat keluar air mata dan kesedihan didalam hati, tidak mengeluarkan suara esakan, tidak menampari pipi sepertimana yang dilakukan sebahagian manusia. Tangis beliau adalah tangis cinta dan kasih sayang. Samapi teringat pula akan ayat Allah yang memuji sifat penyayang Baginda Rasul.
“Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang Mukmin” (At-Taubah : 12
Selawat dan salam buat Baginda saw..
Rasa-rasanya sajak Abuya diatas dinukilkan Abuya
selepas kematian Ustaz syeikh Muhammad Abu Bakar, menantu Abuya..
“Engkau sahajalah yang boleh menyelamatkan aku” -
betapa kerdilnya kita disisi Allah Taala.
Al-Fatihah buat beliau dan muslimin yang lain…
Maaf, ya antz, dikarenakan saya ni kurang pengetahuan, saya tidak pernah terbaca riwayat seperti ini. Darimana antz mendapatkannya? Dari internet..?
Bukankah keluarga keturunan RSAW iaitu ayahandanya, Abdullah dan keturunan bondanya Siti Aminah adalah terdiri dari pengamal agama Nabi Ibrahim yang tidak dicemari oleh kemusyrikan seperti juga datuknya Abdul Mutalib…ie.
[keluarga mereka tidak menyembah berhala]?
Assalamualaikum..
Buat pengetahuan heliconia..rujukan kisah ni sy ambil dari buku
“Senyum dan Tangis Rasulullah saw” oleh Ahmad Mustafa Qasim ath-Thahthawy terbitan Pustaka Syuhada, Kuala Lumpur.
Saya pun tak pernah membaca tentang kisah ni..so, ble sy tau baru2 ni..
tu terase nak kongsikan hadis ni..sebab jarang diketengahkan..
Saya pun tak berani sangat nak menghukum akan status agama Aminah Bte Wahab ibunda Nabi saw, selaku seorang Islam dan ahli sunnah wal Jamaah, kite percaya keluarga Nabi saw keatas dipelihara oleh Allah, iaitu berpegang kepada agama Hanif ajaran Nabi Ibrahim, bukan musyrik!.
Tetapi, bagi saya apalah salahnya jika kita kembali mencari rujukan2 dan sokongan bagi menyelesaikan kekeliruan yang timbul dari hadis diatas…yang pasti bukanlah ibunda Nabi saw itu seorang musyrik (Nauzubillah), sedang pastilah orang yang dipilih Allah untuk melahirkan pemimpin dan kekasih Allah yang teragung
iaitu Nabi saw, orang yang benar2 mulia disisi-Nya.
Masakan tidak, Aminah Bte Wahab terpilih menjadi suntingan Abdullah bin Abdul Muthalib, yang mana kita tahu akan keperibadiannya (tampan dan hebat), yang menjadi rebutan idaman wanita2 Arab dan Israel ketika itu. Pastilah Aminah ini bukan calang2 orang pilihan Tuhan sebagai perantaraan kelahiran Rasulullah saw yang mulia.
Tetapi, kita sedia maklum bahawa ketika seruan Islam berkumandang di kalangan masyarakat Quraish, disebutkan dalam sejarah beberapa orang yang masih mengikut dan mengamalkan ajaran Hanif agama Nabi Ibrahim. Persoalannya, beberapa orang yang mengikut agama Hanif itu tidak dimasukkan nama Aminah Bte Wahab @ keturunan Rasulullah yang lain…sebaliknya..
…………………………
Perkataan Hanif bermaksud “Dia yang berpaling” iaitu daripada penyembahan berhala. Orang Hanif ialah orang Arab Jahiliah yang telah dipengaruhi oleh fahaman Yahudi dan Kristian lalu mereka menolak amalan penyembahan berhala. Mereka tidak berjemaah tetapi percaya agama yang benar ialah agama yang dipegang bapa bangsa mereka, Ibrahim.
Agama Yahudi, Kristian dan Islam masing-masing menuntut mewakili agama Ibrahim yang sebenar. Adalah menarik bahawa dari empat Hanif yang diceritakan oleh Ibn Ishaq, tiga daripada mereka menemui kebenaran yang dicari-cari mereka dalam agama Kristian.
Hanif yang pertama ialah Waraqah bin Naufal, sepupu Khatijah, isteri pertama Muhammad. Dia memeluk agama Kristian dan menjadi seorang Kristian yang terpelajar. Walaupun dia adalah saudara dan penasihat rohani Muhammad, dia tidak pernah memeluk agama Islam. Selepas kematiannya, Muhammad telah bermimpi melihat Waraqah berpakaian putih dan mengambilnya sebagai tanda Waraqah selamat di syurga.
Hanif kedua ialah Abdullah bin Jashy. Pada mulanya dia memeluk agama Islam tetapi kemudiannya memeluk agama Kristian setelah berhijrah ke Habsyah akibat penganiayaan di Mekah. Abdullah selalu bersaksi kepada pelarian Islam yang lain tentang pengalaman rohaninya yang baru itu. Dia pernah berkata, “Kami (Kristian) melihat dengan jelas tetapi kamu (Islam) mengerdip mata sahaja.” Maksudnya jelas – Abdullah percaya bahawa orang kristian mempunyai pandangan yang jelas dalam hal-hal rohani manakala Islam masih belum berjaya melihat terang kebenaran Allah.
Hanif yang ketiga ialah Usman bin Huarith. Dia merupakan saudara isteri pertama Muhammad dan memeluk agama Kristian semasa di Baizantin.
Hanif yang keempat, Zaid bin Amru, tetap Hanif sampai akhir hayatnya. Dikatakan dia selalu berdoa, “Ya Allah. Jika aku tahu jalan mana yang paling Engkau berkenan, aku akan menyembah-Mu dengannya. Tetapi aku tidak tahu.”
Sebelum kerasulannya, Muhammad merupakan seorang Hanif. Pada setiap tahun, di bulan Ramadan, dia akan pergi bertapa di Gua Hira yang berdekatan dengan Mekah. Amalan ini sebenarnya berasal daripada orang Kristian di Syria yang kemudiannya menjadi popular di kalangan orang Arab.
Mengikut ajaran Islam, kenabian Muhammad bermula pada satu malam pada bulan Ramadan apabila dia terdengar satu suara menyuruh dia “mengucap” (yakni ayat-ayat Al-Quran yang bakal diturunkan kepadanya). Suara ini didengarnya ketika dia sedang bertapa di Gua Hira. Apabila dia mempertimbangkan kata-kata tersebut, malaikat Jibrail telah menjelma dan memberitahunya, “Muhammad! Engkaulah rasul Allah.”
…………………………
Kemudian, ini bukanlah menolak dakwaan heliconia akan peliharaan Allah keatas keluarga keturunan Nabi Ibrahim sehingga Rasulullah saw, cuma bermuzakarah..
Kalau begitu peliharaan Allah kepada keturunan Rasulullah akan agama mereka, kenapa pula bapa Nabi Ibrahim as seorang yang musyrik, seperti mana yang kita ketahui kerja beliau adalah pembuat patung berhala di Iraq, dan beliau juga dengan relanya menolong melemparkan Nabi Ibrahim as kedalam api yang disediakan oleh Namrud Laknatullah.
Ini bermakna bapa Nabi Ibrahim tidak dipelihara Allah akan agamanya.
Begitu juga, ahli sunnah wal jamaah telah sepakat mengatakan bahawa Abu Talib, pakcik Rasulullah saw meninggal dunia tanpa iman.
Persoalannya, bagaimana pula akan ibunda Nabi saw, dan kenapa ayat Quran diatas diturunkan sebegitu rupa?
kalau salah, WAJIB TOLONG betulkan.
………………………..
Mengenai hadis diatas pula, yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban,
saya rasa hadis itu ingin memberitahu bahawa kita orang2 muslim, mukmin dan nabi2 dilarang memohon keampunan kepada Allah akan orang musyrik.
Bukanlah niatnya mengatakan Ibunda Rasulullah saw sebagai musyrik.
tapi ingin menegaskan kita dilarang berbuat demikian.
Tentang kebenaran hadis itu, saya telah menjumpai sebuah hadis lain.
Diriwayatkan oleh Aisyah dengan katanya, “Rasulullah SAW memimpin kami dalam melaksanakan haji wida’. Kemudian baginda lalu dekat kubur ibunya sambil menangis sedih. Maka aku pun ikut menangis kerana tangisnya.”
Bermakna, peristiwa ini benar2 pernah berlaku, cuma masalahnya.. ayat Quran itu tidak diperbincangkan.
…………………………
Kepada semua yang ada ilmu mengenai perkara ni, tolonglah perjelaskan.
Saya sendiri sebenarnya amat berharap agar pendapat saya ni salah, kerana hati saya sendiri kadang2 pun tak sedap dengan pendapat yang sebegini. tapi tetaplah saya yakin bahawa keturunan Rasulullah itu dari awal hingga kehujungnya dipelihara oleh Allah swt, yang lagi maha mengetahui akan kebenarannya.
Ampun maaf atas segala kekeliruan.
Bersamalah kita bermuzakarah, agar kebenaran itu jelas, hati kita tenang, dan ilmu itu bercambah2 hendaknya.
sekian, wassalam.
Maaf sikit untuk elak kekeliruan
Waraqa bin Naufal adalah ahli kitab,sewaktu beliau didatangi Siti Khadijah beliau berkata yanh muhammad itu mendapat khabar gembira(rasul)sekiranya aku masih muda akau ikut beliau(keran waktu itu dia sudah tua dan uzur) dia bukan kristian,ahli kitab dan kristian tidak sama
sama juga dengan Isarel dan Yahudi tidak sama juga,Di Israel itu sekarang adalah Yahudi bukan Israel,
maaf saya tak sempat mengulas sebab tak terbaca komentar panjang antz. Ayat Antz ni..
“Hanif yang pertama ialah Waraqah bin Naufal, sepupu Khatijah, isteri pertama Muhammad. Dia memeluk agama Kristian dan menjadi seorang Kristian yang terpelajar. Walaupun dia adalah saudara dan penasihat rohani Muhammad, dia tidak pernah memeluk agama Islam. Selepas kematiannya, Muhammad telah bermimpi melihat Waraqah berpakaian putih dan mengambilnya sebagai tanda Waraqah selamat di syurga..”
Saya curiga di manakah antz mengutip fakta2 ini..
Saya bukanlah ahlinya, tetapi jika saya membaca buku2 terbitan penerbit Malaysia, kebanyakannya mereka ambil copyrights terbitan dari Indonesia.
Buku2 dari Indonesia contohnya terbitan Pustaka Mizan ada ditulis oleh org berfahaman Syiah, dan banyak juga buku yg diselitkan fahaman Nasrani tetapi menggunakan istilah Allah, Nabi Isa dsb..
Saya tak pasti Pustaka Syuhada tu.. dan lagi disebabkan saya bukan ahli hadis, saya tiada komen perawi yg dimaksudkan tu.
Pada saya, Aminah bt Abdul Wahab, yg rahimnya telah mengandungkan RSAW, pastinya sebaik2 wanita di sisi Allah, di mana malam kelahiran Nabi, rohnya Asiah isteri Firaun dan Siti Maryam as datang membidankan kelahiran baginda.
Pernah tak dengar kuliah ilmu kasyaf dan ilham mengenai Halimatus Saadiah dari mursyid? Jika ikutkan akal semua status org2 di sekeliling nabi ada yg berminat utk analisakan, tetapi mampukah? Halimatus Saadiah darinya susu ibu yang membesarkan Nabi SAW. Allahumma Sali ala Saiyididna Muhammad..
Pustaka syuhada banyak kitab terjamhan dari mesir,dan dari buku nya yg ada namapk ekstrim sunni masa 95-96(saya di gombak kerana penerbitnya tinggal kat situ dulu di kg cubadak)tak taulah sekarang ni dah lama kat luar so bila info baru mengenai uni kat mysia yg berlambak pun tak tauu….
satu lagi pustaka syuhadak sekarang banyak buku bab jin dan dajal
Oh ya Buku Dajjal dan Dialog dgn Jin..[ Mohad Isa Dawood - betul ke spelling , macam nama mamak je)\] Pustaka syuhada sekadar terjemah..
Buku2 dari Mesir banyak yg diterjemah pustaka Indonesia , last2 pustakakat malaysia ni tumpang me’melayu’kan bahasanya sahaja..
Bagaimana dgn buku2 yg berfahaman Wahabi? Dapatkah penerbit Pustaka Syuhada differentiate fahaman itu - ekstreme Sunni itu Wahabi..
OOT, Bukan apa, ada kawan tu kerja pensyarah, jika saya tahu KUKUM dah tukar nama ke UNIMAP tu saya tanya dialah..’
eloklah KUKUM tu macam nama hantu. UKIM Terengganu saya la ni tak pasti apa nama penuhnya..KUSTEM jadi UMT..
Ya benar Heliconia,
tiada siapa yg mampu analisa status org2 disekeliling Nabi saw, tapi rasanya sudah jelas bahawa keturunan Nabi Ibrahim dan Ismail itu dipelihara Allah akan agamanya..
Apalagi agama leluhur Nabi saw..
Bagi saya, cukuplah dengan ayat Allah ni, untuk menjelaskan segala minat saya akan status keturunan Nabi Ibrahim as, iaitu..
Dan (ingatlah) ketika Nabi Ibrahim bersama-sama Nabi Ismail meninggikan binaan asas-asas (tapak) Baitullah (Kaabah) itu, sambil keduanya berdoa dengan berkata: “Wahai Tuhan kami! Terimalah daripada kami (amal kami); sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar, lagi Maha mengetahui.”
“Wahai Tuhan kami! Jadikanlah kami berdua: Orang-orang Islam (yang berserah diri) kepada-Mu, dan jadikanlah daripada keturunan kami: umat Islam (yang berserah diri) kepadamu, dan tunjukkanlah kepada kami syariat dan cara-cara ibadat kami, dan terimalah taubat kami; sesungguhnya Engkaulah Maha Penerima taubat, lagi Maha Mengasihani.“ (Al-Baqarah: 127 & 12
Inilah perasaan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail terhadap nikmat keimanan yang dikurniakan Allah, sehingga mendorong mereka mengharapkan pengurniaan yang sama kepada zuriat keturunan mereka dan berdoa supaya Allah tidak menafikan pengurniaan yang tiada tolok bandingnya itu kepada anak-anak cucu mereka sehingga Rasulullah saw.
Pastilah Allah tidak mensia2kan pengorbanan keturunan mereka ini yang menjadi bara pendokong agama Tauhid, disaat masyarakat Jahiliah taksub pada penyembahan berhala.
……………………..
Mengenai buku Pustaka Syuhada, rasanya InsyaAllah ia adalah keluaran sunni. Tiada pula akan doktrin2 syiah @ nasrani, mahupun wahabism. Apatah lg, samson juga pnah menyatakan yg pustaka syuhada ni sunni ekstrim..
Penerbitannya pula agak “bias” dengan Arqam, tp diakhir2 pengharaman tampil membela dengan mengeluarkan “Fatwa Nahdatul Ulama” Indonesia..
……………………….
Begitu juga dengan hadis diatas, seelok2nya kita tawaquf dahulu..kerna memang kita bukan “ahli”nya heliconia..
Tidaklah boleh kita terus menafikan @ membenarkan, tanpa
Mungkin jika “ahli”nya terjumpa dengan blog ni,
harap2 sudilah menyelesaikan kekeliruan yang timbul.
Ini kerana, ilmu itu mahal nilainya..
dengan ilmu hati kita puas, hati tenang, dan terhibur..
Apa2 pun saya teringat sajak Abuya..
Rupanya, Abuya Ashaari pakar aspek hiburan-fitrah kita semua.
Sekian, wassalam.
Afuan!
Inginkan hiburan adalah fitrah semulajadi manusia
Kerana ia adalah makanan batin manusia untuk kebahagiaannya
Tidak ada hiburan batin manusia kelaparan dan terasa kekosongan
Tidak ada hiburan jangka panjang amatlah bahayanya
Tapi kalau salah cara berhibur ia lebih lagi merbahaya
Boleh rosak jiwa, buahnya merosakkan pula akhlak diri dan manusia lainnya
Jika rosak akhlak ia pula rosak merosakkan pula sesama manusia
Kalau sudah rosak merosakkan akhlak masyarakat manusia akan jadi huru-hara
Oleh itu berhati-hatilah mencari hiburan agar kehidupan manusia dapat dijaga dengan mulianya
Kalau tidak manusia yang akan menerima padahnya
Hiburan ertinya hendak mencari kepuasan batin manusia
Samada kepuasan akal, kepuasan nafsu mahupun kepuasan roh atau jiwanya
Tuhan hanya membenarkan mencari kepuasan akal dan kepuasan jiwanya
Kepuasan nafsu walaupun ia hiburan tapi diharamkan kerana bahayanya
Kecuali hiburan nafsu didisiplinkan oleh syariat Tuhan di dalam kehidupannya
Hiburan akal adalah mencari ilmu melalui membaca, menyelidik dan lain-lainnya
Samada ilmu yang wajib mahupun ilmu yang sunat, yang diharuskan dibolehkan juga
Berhibur dengan ilmu boleh jemu dan boleh meletihkan akal manusia
Hiburannya yang berterusan selepas ada ilmu ia boleh menjadi panduan di dalam kehidupan
Panduan itu adalah juga hiburan di dalam kehidupan manusia
Kerana ia boleh menyenangkan kita di dalam berusaha dan tindakan bekerja
Hiburan menurut akal walaupun termasuk kepuasan batin manusia
Tapi ia masih belum dikatakan hiburan yang hakiki mengikut Tuhan pencipta
Hiburan cara akal walaupun dibolehkan
Hiburan akal tidak mampu membendung hati daripada mendapat ujian dan kesusahan di dalam kehidupan
Kalau ada bala berat yang menimpa, cita-cita yang gagal, mendapat kesusahan selalu sahaja jiwa derita
Dia akan gelisah, kecewa mungkin putus asa
Tidak hairanlah orang yang banyak ilmu,bijak dan pandai sakit jiwa
Bahkan ada juga di kalangan mereka membunuh diri kerana kecewa
Hiburan mengikut nafsu ia adalah diharamkan kecuali yang disyariatkan
Kerana bahayanya dahsyat di dalam kehidupan insan
Akhlak manusia rosak masyarakat manusia huru-hara menggugat keamanan
Hiburan nafsu amatlah banyaknya
Seperti melihat perempuan atau gambarnya terutama yang terdedah auratnya
Pakaian yang menjolok mata yang merangsang nafsu manusia
Melihat filem-filem lucah yang memberangsang nafsu merosakkan jiwa
Menonton tarian gelek, daripada perempuan-perempuan yang menggoyangkan badannya
Semuanya itu boleh menyuburkan nafsu jahat yang membawa perzinaan dan perogolan
Yang merosakkan keturunan, merosakkan rumahtangga dan membawa pergaduhan
Hiburan mengikut nafsu pada hakikatnya bukan hiburan
Di dalam hiburannya ada racun kepada jiwa manusia
Kerana ia membawa kerisauan, membawa angan-angan, fikiran kacau tidak keruan
Membawa fikiran tidak tenang selagi kemahuan tidak ditunaikannya
Akhirnya tidak dapat cara halal dilakukan secara haram yang dilaknat Tuhan
Ia membawa pula cemburu-mencemburui, benci-membenci, hasad dengki, rebut-merebutkan akhirnya buahnya adalah perbalahan dan pergaduhan kemuncaknya pembunuhan
Hiburan mengikut nafsu itulah yang telah memusnahkan kehidupan di dunia
Berbagai-bagai gejala masyarakat berlaku kerananya
Hilang keamanan, hilang ketenangan yang ada kebimbangan dan ketakutan
Negara susah rakyat parah, tergugat keselamatan
Termasuk juga hiburan nafsu melihat atau mendengar lawak jenaka yang keterlaluan
Melihat atau mendengar ahli-ahli lawak bercakap tidak keruan
gelak ketawa terbaha-bahak yang memalukan
Bercakap terlolong-lolong adakalanya perkataan mencarut tanpa segan silunya diucapkan
Pelawak-pelawak jiwanya akan mati dan mematikan jiwa para pendengarnya atau ‘client’nya
Jiwa yang mati lupa Tuhan, jiwa yang mati lupakan mati,
jiwa yang mati lupa Hari Pembalasan
Jiwa yang mati ia selalu lalai dengan Tuhannya
Lalai adalah dibenci Tuhan
Hiburan yang hakiki adalah hiburan jiwa atau hati
Hiburan hati sebenarnya banyak sudut dan banyak bidangnya kalau diperhati
Membaca Al Quran atau mendengar bacaannya yang dihayati menembusi lubuk hati adalah salah satu caranya
Mengingati Tuhan hingga terasa kasih sayang-Nya, terasa kebesaran-Nya, terasa kuasa-Nya
Itu semuanya boleh membawa ketenangan jiwa
Ketenangan jiwa adalah hiburan
Takutkan Tuhan sebenarnya ada perkara yang tersirat iaitu hiburan
Takutkan Tuhan menjadikan tidak takut dengan kesusahan kehidupan
Tidak takut dengan kesusahan dan cabaran kehidupan di situ ada hiburan
Tidak takut selain Tuhan itu adalah hiburan kalau difikirkan
Ketakutan selain Tuhan itu adalah membunuh hiburan di dalam jiwa manusia
Kerana itulah Tuhan berkata yang bermaksud “Ketahuilah ingatkan Tuhan itu menenangkan jiwa”
Jiwa tenang itu adalah hiburan yang tidak perasan
Termasuk juga hiburan jiwa mendengar nasyid-nasyid yang merdu dan syahdu
Senikatanya pula yang menusuk jiwa
Seperti memuji-muji Tuhan, keampunan Tuhan, nikmat dan rahmat Tuhan kepada insan
Termasuk memperdengarkan kasih sayang Tuhan, penjaga dan penyelamat insan
Kasihkan Tuhan juga hiburan kalau dihayati oleh jiwa
Kasihkan Tuhan adalah rahsia kasih sesama manusia atau insan
Kasih sesama manusia adalah saluran hiburan bagi jiwa
Kasihkan manusia terhibur membantunya, terhibur menziarahinya, terhibur menolongnya
Seterusnya terhibur memaafkannya, terhibur memberi maaf kepadanya
Rupanya jiwa terhibur boleh menghiburkan jiwa manusia
Ketenangan jiwa itulah hiburan yang tersembunyi di dalam jiwa
Orang berhibur bukankah hendak menenangkan dan menyenangkan jiwa?
Takutkan Tuhan menghilangkan takut selain-Nya
Tidak takut lagi dengan kesusahan-kesusahan dunia
Tidak takut dengan kesusahan dunia itu adalah hiburan yang tersembunyi pada manusia
Rasa susah dengan kesusahan dunia jiwa tidak tenang hilanglah hiburan
Takutkan Tuhan sahaja menghilangkan takut dengan kesusahan dunia
Bukankah itu hiburan?
Sebagai menutup intipati hiburan manusia ada tiga bahagian
Hiburan akal, hiburan nafsu, hiburan jiwa
Ketahanan manusia adalah hiburan jiwanya
Ketahanan jiwa itulah jati diri manusia
Hiburan akal dan nafsu merapuhkan kekuatan jiwa
Jiwa yang rapuh tidak tahan berhadapan dengan ujian dunia
Carilah hiburan, untuk kepuasan dan kekuatan jiwa
Kepuasan dan kekuatan jiwa itulah ketahanan diri manusia
Orang yang selalu menghiburkan nafsunya ketahanan jiwa tidak ada
Tidak boleh teruji dengan kesusahan,dengan cabaran dan dengan kegagalan
Apatah lagi ujian-ujian itu besar dan berat ditanggung oleh jiwa
Jiwa pun gelisah, resah, derita, terseksa, kecewa dan putus asa
Kerana itulah penghibur-penghibur nafsu selalu sakit jiwa
Penghibur-penghibur nafsu banyak yang hidup kecewa
Penghibur-penghibur nafsu ramai yang putus asa
Mereka-mereka itu ada yang membunuh diri padahal mereka terkenal dan popular
Penghibur-penghibur nafsu ramai yang rumahtangganya porak-peranda
Mereka bercerai-berai perkara biasa sudah jadi budaya
Masih umur muda sudah jadi janda
Ini bukan hendak mengata ia adalah realiti kehidupan sebahagian mereka
Berhiburlah ia bukanlah salah
Tapi berhiburlah dengan jiwa
Berhibur dengan jiwa mendapat untung dua perkara hiburan dan pahala
6.8.2004 – 1
Menjelang tidur
Dibawa ini ada dalil-dalil sebagai hujjah yang sempat saya petik, saya yakin ia dari sumber yang boleh dipercayai, akan tetapi, original “text” mempunyai typo error dan pengubahsuaian dalam segi bentuk susunan ayat dan sebagainya, harus dilakukan. Jika ada kesilapan dalam risalah ini, saya minta ampun maaf, Wahai Rasulullah…
Allahu a’alam.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Seorang ulama’ Mesir pernah berkata bahawasanya, “Ibu dan bapa dan serta nasab Nabi walupupun sebahagiannya yang melakukan perbuatan kufur, namun mereka tidak diazab.”
Dalil Ibu bapa Nabi tidak di azab adalah seperti berikut:
1. Firman Allah s.w.t
Maksudnya: Dan kami tidak mengazab seseorang yg kufur sehinggalah setelah kami bangkitkan seorang rasul. (1l-Isra: 16)
Imam Taqiyuddin telah berkata: Sesungguhnya Al-Quran dan Sunnah telah menunjukkan kepada bahawa Allah ta a’la tidak mengazab seseorang sehinggalah selepas disampaikan risalah.
Ibnu Abbas r.a berkata: (Roh Rasulullah) berpindah dari sulbi-sulbi bapa, datuk-datuknya dan seterusnya yang bermula dari Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim sehinggalah dibangkitkan sebagai Nabi.
Perkara ini dikuatkan lagi dengan hadis berikut:
“Sesungguhnya Allah mencipta makhluk maka menjadikan aku dari jenis mahkluk yg terbaik (manusia). Daripada manusia aku dijadikan daripada sebaik kurun. Dari sebaik-baik kurun, aku dipilih dari sebaik-baik qabilah. Dari sebaik-baik qabilah, aku dipilih dari sebaik-sebaik rumah. Maka aku adalah sebaik-baik manusia dan dalam sebaik-baik rumah.”(HR Ahmad dan Tirmizi)
Jawapan terhadap hadis-hadis yang menunjukkan ibu ayah Nabi dan para sahabat dalam neraka:
Hadis-hadis tersebut adalah seperti berikut:
1. Rasulullah bersabda: “Aku meminta izin pada Tuhanku supaya aku nak minta ampun untukk Ibuku tetapi tidak diizinkan.” (HR Muslim)
2. Nabi s.a.w bersabda: “Sesungguhnya bapaku dan bapamu (seorang sahabat yg bertanya) dalam neraka.” (HR Muslim)
Jawapan untuk hadis 1: Hadis ini tidak menunjukkan secara jelas tentang Ibu Nabi dalam neraka. Tidak diizinkan beristigfar tidak menunjukkan pada musyriknya ibu Nabi.
Jawapan untuk hadis 2: Boleh ditakwilkan bapa Nabi kepada pakciknya. Ini kerana orang arab menggunakan lafaz bapa pada pakcik. Seperti Nabi Ibrahim memanggil pakciknya Azar dengan lafaz bapa.
Adapun sesiaapa yang enggan dengan pentakwilan ini dan berpegang pada zahir lafaz maka sesungguhnya hadis ini tertolak kerana bertentangan dengan ayat Quran yg jelas. Imam Khatib al-Bagdadi telah berkata:
“Apabila seorang perawi yang thiqah lagi aman (dari perkara mencacatkan diri perawi) meriwayatkan satu hadis yg bersambung sanadnya maka ianya ditolak dengan sebab beberapa pekara: (diantaranya) bila bercanggah dengan Quran atau Sunnah yang mutawatir; maka nyata hadis ini tidak asasnya atau ia dimansuhkan.
Kesimpulan: Allah beri kemulian kepada Nabi s.a.w di dunia dan diakhirat. Marilalah kita sama2 memuliakn Nabi dgn mengidupkan dan memperjuangkan sunnahnya. Sunnah yg paling besar adalah memperjuangkan Islam sehingga akhir nafas kita.
Rujukan: Al-Bayan oleh Dr Ali Juma’ah mufti Mesir.
NOTE: Perlu diingat, bahawa isu ini tidak lain tidak bukan hanyalah soalan khilafiah. Ada dikalangan ulama’ menerima pendapat ini dan ada juga yang menentang pendapat ini. Bagi mereka yang tiada ilmu dalam bab ini, janganlah diperberat-beratkan isu ini. Mari kita memuliakan Rasulullah dengan perbanyakan berselawat keatas baginda dan KESELURUHAN ahli KELUARGANYA dan menghidupkan Sunnah baginda dan menagih janji Tuhan di Akhir Zaman Ini.
Allahu a’alam.
Ya, memang perkara khilafiah..ana faham saiyidi!
walaupun ia cabang didalam Islam, soal penerimaan hati
adalah bergantung pada masing2..bukan semua hati itu sama, sebaliknya ia bergantung pada pemahaman dan rasa seseorang.
Malahan kadang2, ia menganggu dari segi akal, hati dan jiwa. Sebab itu pernah seorang guru ana kata, bisikan dan tipuan syaitan itu datang dlm berbagai bentuk..
Jika ia datang dari hati, maka kita tepis dgn memperbetulkan hati kita kembali..
Dan jika kita telah terlepas (mcm ana ni..huhu) dengan memperkatakan kepada orang lain, maka wajiblah memperbetulkannya agar tidak mempengaruhi keyakinan orang lain..Oleh itu, seboleh2nya ana inginkan muzakarah..
Alhamdulillah atas jawapan Saiyidi, terima kasih banyak diucapkan..bermakna hilanglah kerisauan ana akan martabat hadis itu (sahih, bukan palsu)..juga bermakna bersihlah nama Pustaka Syuhada (asal ilmu yang ditimba).
Mengenai soal khilafiah, seperti yang kita ketahui,
jika ijtihad yang kita pegang itu salah, dapat 1 pahala..
Sebaliknya jika pegangan ijtihad kita betul, kita dapat 2 pahala…
Fungsi Ijtihad itu adalah usaha pengeluaran hukum oleh seorang yang “tsiqah”, bermakna faham, amal dan dipercayai dalam bidang agama Islam..
Secara tak langsung, fahamlah kita bahawa ilmu dalam Islam meluas, boleh dimuzakarahkan..dan bercambah2 huraiannya..
Dan dari apa yang ana ingat, Islam dan keyakinan kita itu mestilah dipelajari, dikaji dan dihayati..
Bermakna bukan “taklid” semata2..atau terus memegang sesuatu keyakinan termasuk khilafiah(Imam Mahdi juga soal khilafiah), tanpa menyelidikinya terlebih dahulu.
Bahkan agama anutan kita ini pun perlu kepada usaha diri dan hati sendiri untuk menyelidiki dan memahami Islam yang sebenar (walaupun dilahirkan dalam agama Islam), bukan Islam keturunan yang sebenarnya tiada makna, hanya mengikut agama nenek moyang..tanpa pengkajian dan keyakinan yang mendalam.
Mungkin inilah yang dimaksudkan oleh Abuya dalam sajaknya yang panjang lebar diatas tadi..Inilah dia hiburan akal!
“Hiburan akal adalah mencari ilmu melalui membaca, menyelidik dan lain-lainnya
Samada ilmu yang wajib mahupun ilmu yang sunat, yang diharuskan dibolehkan juga
Berhibur dengan ilmu boleh jemu dan boleh meletihkan akal manusia
Hiburannya yang berterusan selepas ada ilmu ia boleh menjadi panduan di dalam kehidupan”
Mana tahu di masa depan ada kuliah dari ilmu ilham dan kasyaf mengenai ibu ayah nabi Muhammad SAW. ..ilmu yg diberikan direct kepada seorang Mujaddid. Setakat yg saya dengar, ada kuliah Halimatus Saadiah dan Abd Muthalib. serta sejarah.[ ibu susu dan datuk RSAW]..
——————————————————
Halimah Lemah Lembut Yang Bahagia
Terima kasih Tuhan dengan rahmat dan nikmat-Mu moga-moga bertambahnya ilmu dan orang berilmu itu dapat menyuluh dirinya dengan mata hatinya bukan dengan mata kepalanya. Itulah ertinya ilmu dapat manfaat. Ilmu yang dapat manfaat itu seseorang tu dapat menyuluh dirinya dengan ilmunya dan dengan mata hatinya hingga dengan ilmunya itu dia nampak kecacatan dirinya, dia tak nampak kecacatan orang lain.
Kalau dengan ilmu dia lihat dengan mata kepala, maka dia dapat melihat kecacatan orang lain tak dapat melihat kecacatan diri sendiri. Sebab hati itu di dalam diri, mata lahir di luar diri. Sebab tu kalau lihat dengan mata, kejahatan orang yang kita lihat. Ilmu macam ni tak dapat apa-apa. Tapi hati terletak dalam diri kita. Kalau ilmu tu kita suluh dengan mata hati maka ilmu tu dapat menyuluh kejahatan diri sendiri, tak menyuluh kejahatan orang lain. Kalau terlihat kecacatan orang lain dia anggap Tuhan melihatkan kecacatan dirinya pada orang lain. Cepat-cepatlah taubat dengan Tuhan dan orang tu kita doakan supaya dapat petunjuk dari Tuhan.
Selawat dan salam bagi junjungan Nabi Besar Muhammad SAW kerana ilmu yang bermanfaat tu dikeranakan Rasulullah SAW. Marilah kita banyak bersyukur pada Tuhan dan berselawat pada Rasulullah SAW moga-moga kita dapat syafaat kubro di Akhirat kelak.
Kita selalu mendengar Rasulullah SAW menjadi anak susu kepada Halimatus Sa’diah.Jadi yang hendak diperkatakan Halimah dan Sa’diah.
Sudah diperkatakan sebelum ni mengenai Rasulullah SAW. Seorang yang istimewa, seorang yang luar biasa, agung. Seorang yang kerananyalah dunia Akhirat diciptakan Tuhan. Jadi apa saja yang berhubungan dengan Rasulullah SAW walaupun satu titik, lebih-lebih satu huruf, lebih-lebih satu perkataan, ada maknanya, ada erti, ada benda tersirat, ada benda yang patut kita congkel supaya terserlah.
Halimah nama orang perempuan, kalau nak diterjemahkan kepada bahasa Melayu, Halimah tu maknanya lemah lembut, berkasih sayang ataupun orang baik. Sa’diah, kalau kita merujuk kepada etnik, Halimah yang etniknya Bani Sa’ad. Kalau Sa’diah tu dirujuk kepada Halimah, Halimah yang bahagia. Apa yang nak diperkatakan ialah Halimah yang bahagia. Sa’diah tu dirujuk kepada pribadi Halimah, bukan kepada etnik. Halimah yang lemah lembut yang bahagia.
Tuhan bagi nama Halimah disebut Sa’diah, itu bukan kebetulan. Telah diperkatakan apa yang berhubungan dengan Rasulullah SAW, titik pun ada makna, betapalah 2 perkataan Halimah dan Sa’diah, tentu ada makna yang besar.
Sa’diah, yang bahagia.
Di zaman jahiliah, sudah jadi tradisi atau sudah jadi budaya siapa melahirkan anak akan diserahkan kepada emak angkat. Tradisi ni sudah berpuluh tahun. Jadi lahirlah dalam tahun tu 40 orang, 41 kalau campur Rasulullah SAW. Ini isyarat bahwa 40 orang tu bakal menjadi sahabat Rasulullah SAW. Etnik Halimah ni satu masa pergi ke Mekkah nak cari anak susu. Waktu pergi tu ada 41 orang bayi. Kerana keluarga Rasulullah SAW miskin, maka dibungkus Rasulullah SAW tu dengan kain buruk saja, sedangkan anak-anak orang lain yang 40 dibungkus dengan kain-kain dengan sutera yang baik.
Bila rombongan Bani Sa’ad ni datang, anak-anak bayi tu semuanya diletak di Kaabah dan terlihat lahiriah. Yang mana nampak cantik itu diambil dulu. Rasulullah SAW, oleh emaknya yang miskin dibungkus dengan kain ala kadar. Tak ada yang minat pergi dan ambil ke tempat Rasulullah SAW. Hingga 40 orang tu dah diambil orang semua. Tinggal seorang saja iaitu Rasulullah SAW. Halimah dan suaminya tertinggal kerana untanya dah tua. Mereka pergi bersama-sama, tapi sampainya tak sama, sebab unta halimah sudah tua, terhegeh-hegeh.
Halimah fikir tak dapatlah budak, kalau dapatpun tentulah dapat anak-anak miskin. Bila dia tengok dah tinggal seorang, diapun pergi. Bila dia tengok bayi itu, keluar cahaya. Diapun rasa bahagia. Budak ni bungkusnya saja buruk tapi mukanya bercahaya. Maka dia cakap pada suaminya, Abang tengok budak ni bercahaya, untung kita jadikan anak. I tu bahagia yang pertama. Itulah yang dimaksudkan Halimah yang bahagia.
Sudah jadi tradisi orang yang mendapat anak susuan, dia pergi menuju Hajar Aswad dulu sebelum balik. Di dekat Hajar Aswad, tiba tiba batu Hajar Aswad keluar dari sarangnya dan pergi kepada Rasulullah SAW dan terus mencium Rasulullah SAW. Terkejutlah Halimah. Halimah kata, bahagianya saya. Budak ni mesti ada masa depan. Cadangnya dia nak bawa Muhammad ke Kaabah untuk cium Hajar Aswad, tapi ternyata Hajar Aswad yang cium Rasulullah SAW. Maka dia kata budak ni ada masa depan, mesti jadi orang istimewa tapi tak tahu apa. Itulah bahagia yang ke-2.
Lepas tu, dia pulanglah dengan suaminya, yang lain sudah jauh meninggalkan mereka. Ketika mereka naik unta, terkejut mereka, unta tu jadi gagah. Unta tua tu dapat pintas semua rombongan tadi, terkejut lagilah Halimah dan suaminya. Ini mesti ada kaitan dengan budak ini. Dia cakap, bahagianya kita bang dapat budak yang luar biasa. Ini bahagia yang ke-3. Akhirnya rombongan tadi dapat dipintas, rombongan tu terkejut. Ada yang tanya, dapat unta baru ke? Mereka kata, Halimah tunggu, tapi unta tu terus saja.
Bila sampai di rumah, dia terkejut, semenjak Rasulullah SAW ada di rumah, Halimah tak payah pasang lampu, muka Rasulullah SAW bercahaya sepanjang masa. Terkejut suami isteri itu hingga berkata, bertuahnya kita bang dapat budak ni, dia mesti ada masa depan, sesuai dengan namanya bahagia. Inilah bahagia yang ke-4.
Selama 4 tahun Rasulullah SAW dibelanya. Halimah tu orang miskin, macam Siti Aminah yang juga miskin. Tapi semenjak dapat anak angkat Rasulullah, rezekinya mewah. Mereka hairan dan bahagia. Dah 5 kebahagian.
Semenjak dengan Halimah, Rasulullah SAW tak pernah minta makanan, dibagi dia makan tak dibagi dia tak minta. Tak macam budak lain bila lapar minta makanan. Halimah dan suaminya hairan, mengapa budak ni diberi makan dimakan tak diberi dia tak minta. Bertuah kita bang, bahagialah kita. Kemudian bila diberi makan tak pernah minta tambah. Anak kita tak, begaduh adik-beradik pasal nak tambah lauk. Rasulullah SAW tidak, berapa banyak dibagi, itu sajalah yang dia makan. Dia tak minta. Suami isteri hairan, Rasulullah SAW tak pernah minta makanan. Kalau diberi makan, dia tak pernah minta tambah. Halimah kata pada suaminya, bertuah kita bang dapat budak ini. Ini bahagia yang ke-6.
Selain tu, waktu ambil Rasulullah SAW sebagai anak susu, susu Halimah bertambah-tambah banyak, Halimah hairan. Selama ni susunya bukan tak ada tapi tak begitu banyak. Tapi semenjak muncul Rasulullah SAW susu mencurah-curah. Peliknya lagi bila dah susu sebelah, nak susu sebelah lagi Nabi Muhammad tutup mulut kuat-kuat. Halimah faham Rasulullah SAW ajar dia yang sebelah ni untuk abangnya Damrah. Sejak kecil lagi Tuhan dah masukkan keadilan pada Rasulullah SAW. Dia tak mau ganggu bagian abangnya punya. Ini bahagia yang ke-7.
Kemudian Rasulullah SAW ni tak pernah menangis, budak macam manapun menangis. Tapi Rasulullah SAW tak. Halimah dan suaminya hairan, budak ni mesti ada masa depan. Ini bahagia yang ke-8.
Suatu masa, Rasulullah SAW bermain-main dengan abang angkatnya nama Damrah. Dia bermain di padang pasir. Tiba-tiba dia telentang macam pengsan. Tapi abangnya tengok dia tak pengsan, terbaring saja. Damrah panggil emaknya, emak mari-mari tengok, adik ini kenapa? Jadi Halimah cepat-cepat datang, sampai kepada Rasulullah SAW diapun peluk.
Selepas Rasulullah SAW puas-puas dipeluk, dia tanya, mengapa nak, engkau sakit ke? Rasulullah SAW cakap, ada 3 orang tangkap aku, dibelah dada aku tapi tak sakit, dibasuh-basuh kemudian dijahitnya tak sakit, itu saja. Hairan Halimah. Tak percaya anaknya yang cakap. Nak percaya, iya ke? Halimah cakap pada suaminya, bertuah kita bang, anak kita ni mengalami ini, ini mesti ada masa depan. Dah 9 bahagia.
Kemudian selepas 4 tahun, Rasulullah SAW dibawa oleh Halimah untuk diserah kembali kepada emaknya. Bila diserah balik dia tak tahu apa yang berlaku pada Rasulullah SAW, sebab nak dapat maklumat di zaman tu susah. Tiba-tiba ketika umur Rasulullah SAW 40 tahun terdengarlah berita oleh Halimah, rupanya anak susunya menjadi rasul. Maka dia kata pada suaminya, tak sangka bang, anak susu kita, anak angkat kita jadi rasul. Bahagianya Halimah, suaminya pun rasa bahagia. Ini bahagia yang ke-10.
Tapi nak jumpa Rasulullah SAW susah, Halimah Islam di tangan orang lain bukan di tangan Rasulullah SAW. Cuma satu hari waktu dia dah tua, satu kali dapat jumpa Rasulullah SAW. Waktu dah tua bahagianya Halimah. Bertemu lagi setelah 40 tahun setelah menjadi rasul. Selepas tu Halimah mati. Itulah sekali jumpa Rasulullah SAW. Ini bahagia yang ke-11.
Cerita yang dibawa ni sesuai dengan nama Halimah yang dapat bahagia, banyak kebahagian yang Halimah dapat selepas dia membela Rasulullah SAW. Ini menunjukkan apa saja yang berkaitan dengan Rasulullah SAW, walaupun satu titik dia ada makna, ada maksud, ada simbolik, cuma kita diberi faham atau tidak oleh Allah.
Kalau Allah bagi tahu, macam-macam dapat kita congkel dari Rasulullah SAW walaupun satu huruf. Nama Halimah Sa’diah tu sesuai dengan pengalaman hidupnya. Sebab tu dalam Islam disuruh bagi nama pada anak yang baik-baik, itu doa. Moga-moga budak tu bila dia besar sesuai dengan namanya. Jangan bagi nama yang tak baik atau nama orang kafir atau nama Yahudi, takut-takut Tuhan teruskan macam tu.
Sekian.
HURAIAN ABDUL MUTHALIB & SEJARAH RASULULLAH SAW
Terima kasih Tuhan dengan rahmat dan nikmatMu, Engkau kenalkan ZatMu kepada kami melalui sifat-sifat dan perbuatanMu. Terima kasih Tuhan dengan rahmat dan nikmatMu setiap masa Engkau curahkan ilmu kepada kami. Dengan ilmu itu menjadikan kami boleh menyuluh diri kami di mana kekuatannya, di mana kelemahannya hingga kami dapat membaiki diri kami. Moga-moga nikmat ini engkau kekalkan kepada kami. Moga-moga dengan nikmat-nikmat ini kami dapat menyelamatkan diri kami dunia dan akhirat.
Salawat dan salam kepada junjungan nabi besar kekasihMu & Nabi akhir zaman, kepada manusia akhir zaman. Moga-moga kami dapat membanyakkan salawat kepada junjungan nabi saw, moga-moga kami dapat syafaatnyadi akhirat kelak. Karena Rasulullah SAW dia manusia luar biasa, dia kekasih Tuhan, manusia yang paling dikasihi oleh Tuhan. Karenanyalah dunia dan akhirat diciptakan. Nabi Muhammad manusia luar biasa, manusia agung, manusia istimewa, sebab itu agar kita benar-benar kenal nabi kita, bukan sambil lewa, maka kita akan cungkil cerita-cerita tentang dia.
Oleh karena Nabi Muhammad manusia luar biasa tentulah sejarah hidupnya luar biasa. Bukan saja sejarah hidup beliau, tapi yang mengenai sejarah hidup beliau seperti salasilahnya, keturunannya, hendaklah kita ambil perhatian, supaya terasa kita bahwa Rasulullah SAW tu besar dan agung. Saya nak ceritakan sedikit tentang datuknya yaitu Abdul Muthalib.
Rasulullah SAW ni namanya Muhammad bin Abdulah bin Abd Muthalib bin Hasyim bin Manaf. Abdul Muthalib ini sebelum ada anak-anak, dia pernah bernazar kepada Tuhan kalau dia dapat 10 anak lelaki dia akan sembelih seorang. Setelah berbelas belas tahun berkahwin dapat 10 anak lelaki diantaranya Abu lahab, Saidina Hamzah, Abu Thalib dan lain-lain. Tapi yang bungsunya Abdullah.
Jadi bila dapat 10 anak laki dia pun teringat nazarnya, dia nak tunaikan nazarnya, nak sembelih seorang. Bila nak sembelih, yang mana satu, semuanya anak-anak dia. Dia mengadukan hal ni kepada seorang ahli nujum di zaman tu, macam mana nak buat?. Ahli nujum bagi tahu dia, buat undi. siapa yang kena, itulah sembelih. Cara orang arab ni, walau hidup di zaman jahiliah, janji dipatuhi. Janji tu Abdul Muthalib terpaksa patuhi.
Setelah menerima nasehat dari ahli nujum, dia buat undian di kalangan anak-anaknya. Bila diundi kena pada Abdullah, sedangkan ia anak yang paling disayangi, anak bungsu. Kemudian dia pergi tanya lagi pada ahli nujum. Ahli nujum suruh undi lagi. Maka Abdul Muthalib buat undian kedua, tapi kena pada Abdullah juga. Mengadu lagi, diundi lagi kena abdullah lagi. Dia buat undian kali ke-9, kali ke-10 masih kena Abdullah. Mengadu lagi dia kepada ahli nujum, undian saya mengena pada anak yang paling saya sayang, yang paling cantik. Ahli nujum jawab, kalau begitu engkau sembelih saja 100 unta untuk mengganti Abdullah. Akhirnya Abdullah selamat.
Demi mengingati pristiwa ni, sebab tu bila Rasulullah SAW menjadi rasul, salah satu syariat Rasulullah SAW yaitu siapa membunuh orang, tebusannya sembelih 100 unta. Jadi ada syariat dalam jahiliah yang dikekalkan oleh Tuhan, diantaranya siapa yang buat dosa bunuh orang, dia kena tebus dengan menyembelih 100 unta. Kekal sampai hari ini.
Selamatlah Abdullah dari pada disembelih. Diantara 10 anak lelaki ni abdullahlah yang paling disayang bapanya Abd muthalib. Tapi oleh karena Abdullah ni nak melahirkan zuriat yaitu nabi akhir zaman, Tuhan bagi tanda di dahinya ada cahaya, dari pada budak lagi. Terutama waktu malam, bila dia pergi mana-mana orang nampak cahaya di dahi, mereka berkata, ini abdullah datang, sebab mana ada orang bercahaya di dahi. Tapi tak ada yang tahu cahaya tu cahaya apa.
Rupanya di kalangan ramai ni ada seorang yang tahu. Saya lupa dia dapat dari mimpi atau ahli nujum. Yang tahu seorang perempuan namanya Fatimah Syam. Dia tahu bahwa orang yang bercahaya di dahi tu akan melahirkan nabi akhir zaman. Maka dia jatuh hati kepada abdullah. Dia cuba pikat abdullah. Kalau dalam bahasa sekarang dia mengorat abdullah sebab dia tahu dari abdulah ni akan lahir seorang nabi. dia pujuk, dia rayu dia ajak kawin, tapi abdullah tak mau Akhirnya abdullah dipinang oleh Siti Aminah. Abdullah mau. Maka lahirlah dari pada abdullah, muhammad, ibunya aminah. Tapi Nabi Muhammad saw tak sempat melihat ayahnya. Waktu baru 2 bulan dalam kandungan, Abdullah pergi ziarah keluarganya, dia mati di tengah jalan. Emaknya tak perasan lagi hingga ke 9 bulan, sebab tak ada tanda atau kesan. cuma setiap malam mimpi jumpa perempuan-perempuan mulia seperti Siti Asyiah , Masyitoh dan lain lain yang memberitahu dia, hai aminah bertuahlah engkau, engkau akan melahirkan anak yang menjadi nabi akhir zaman. Iya ke, aku tak mengandung kata aminah. Hampir setiap malam, dia mimpi. Kata-kata itu diulang, hai Aminah bertuahnya engkau, karena akan melahirkan nabi akhir zaman. Aminah heran, sebab mimpi dan realiti tak sama sebab dia fikir dia tak mengandung. Rupanya bila 9 bulan lahir anak, pada 12RabiulAwal tahun gajah.
Waktu lahir, dia tak macam anak-anak lain lahir, kalau anak-anak lain emaknya rasa sakit, keluar darah. Ini bersih elok bagus. Anak-anak lain bila keluar menangis, dia tak menangis.
Selepas Rasulullah SAW menjadi rasul selain daripada perang ada dua peristiwa yang sangat menakutkan.
Setelah Rasulullah SAW mula diterima orang, pengaruh Rasulullah SAW dah mula ada, cakap-cakap Rasulullah SAW ada orang tak boleh faham, sebab Rasulullah SAW sebut akhirat, Tuhan, syurga, mana orang faham. Jadi banyaklah orang marah. Di antara yang marah tu pembesar-pembesar Quraisy. Akhirnya mereka ambil keputusan, Rasulullah SAW di ISA kan di Bani Said. Setiap jalan ke Bani Said disekat hingga makanan tak boleh sampai dan tak dibenarkan siapapun menyampaikan makanan. Kemudian orang arab jahiliah ni buat satu perjanjian ditulis di atas kulit. Selagi perjanjian ini kekal, selama itu dia kena ISA. Perjanjian itu digantung di Ka’bah. Kalau ikut lojik, tulisan itu kekal sampai mati. Rupanya selepas Rasulullah SAW di ISA kan 3 tahun, tulisan itu dimakan oleh anai-anai. Saya dah katakan tadi, orang Arab ini walau jahiliah, tapi dia tunaikan janji. Maka dia lepaskan Rasulullah SAW.
Peristiwa ke-2 adalah setelah pengikutnya besar, ramai, pembesar-pembesar Arab berkumpul di Darun Nadwah, satu dewan besar. Mereka berunding macam mana nak musnahkan Rasulullah SAW. Bila dimusyawarahkan akhirnya diambil keputusan di Darun Nadwah itu, kita bunuh saja Rasulullah SAW, tapi yang bunuhnya bukan seorang, dibunuh oleh wakil-wakil kaum. Kerana mereka berfikir, kalau semua kaum terlibat membunuh, tak adalah keluarga menuntut siapa-siapa, semua puak terlibat dalam membunuh. Tapi pakatan ni diketahui oleh Rasulullah SAW. Satu malam Rasulullah SAW dan Saidina Ali keluar rumah dan bermalam di sebuah rumah. Pada malam itu Rasulullah SAW berpesan pada Saidina Ali, awak tidur di tempat saya supaya orang menyangka saya yang tidur di situ, sedangkan semua wakil kaum berada di sekeliling rumah itu.
Bila Saiyidina Ali berada di rumah itu, mereka menyangka Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW meninggalkan rumah itu. Waktu dia keluar rumah itu, dia ambil pasir, dia baca ayat dan ditaburkan kepada semua sehingga semua tidur senyenyak nyenyaknya. Bila mereka terbangun, mereka terkejut, kita semua tidur, jangan-jangan Muhammad dah lari. Akhirnya mereka menyerbu ke rumah, tapi yang tidur tu Saidina Ali, seorang budak. Maka mereka pun memburu Rasulullah SAW, tinggalkan Saiyidina Ali. Di sini ada satu hikmah, ada benda tersirat.
Yang pertama, melihatkan kepada kita bahawa Saiyidina Ali dari pada budak lagi sudah berani. Kalau anak-anak kita, kalau tahu orang nak bunuh kita, ayahnya berpesan engkau tidur tempat abah, abah nak lari, tentu dia kata, tak nak tak nak, saya nak ikut abah. Tapi bila dipesan Rasulullah SAW, Saiyidina Ali tahu orang nak bunuh Rasulullah SAW, dia sanggup gantikan. Di sini memperlihatkan betapa di waktu kecil lagi Saiyidina Ali sudah berani.
Yang ke-2, kalau kita tak pandai cungkil hikmahnya, kita anggap Rasulullah SAW zalim. Dia nak lepaskan diri, budak yang gantikan dia. Ini tak bertanggung jawab. Begitulah ulasan orang yahudi & orang-orang Islam yang berpenyakit. Sebenarnya Rasulullah SAW bijak, waktu-waktu orang berhadapan dengan bahaya, satu orang penting satu kurang penting, tentulah yang tak penting sanggup berkorban, yang tak penting dikorbankan. Rasulullah SAW untuk umum , kalau mati Saiyidina Ali tak apa, dia bukan rasul. Ini mengajar umat Islam sepanjang masa, kalau satu perjuangan yang hak, kalau terjadi nak dibunuh orang, siapa yang penting siapa yang tak penting, kalau mesti mati satu orang, atas dasar strategi, yang tak penting itu kena dikorbankan. Yang penting kena diselamatkan kerana dia penting untuk manusia. Itu bukan satu sikap yang tak bertanggung jawab, tapi satu kebijaksanaan.
Bila Rasulullah SAW sudah keluar malam tu. Dia dah berjanji dengan Saiyidina Abu Bakar nak keluar sama. Kemudian Rasulullah SAW memberitahu Asma anak kepada Saiyidina Abu Bakar, kalau tak silap adik kepada Aisyah, suruh jadi spy atau pengintip. Mengapa Rasulullah SAW pilih perempuan tak pilih lelaki? Orang jahiliah takkan terfikir yang nak dijadikan spy itu seorang perempuan. Perempuan penakut, takkan penakut dijadikan pengintip. Di sini bijaknya Rasulullah SAW, patutnya laki-laki jadi spy, tapi perempuan dijadikan spy supaya orang tak sangka.
Di sini Rasulullah SAW mengajar kita bahawa dalam satu perjuangan di satu -satu ketika boleh jadikan perempuan spy, atau boleh digunakan perempuan menguasai satu satu bidang kalau diperlukan. Dia bukan terkungkung saja. Di zaman Rasulullah SAW boleh jadi spy. Sebab itu di zaman moden ni musuh-musuh Islam banyak menjadikan kaum ibu sebagai spy supaya kaum ibu dapat perangkap musuh. Musuh nak diperangkap dengan kaum wanita. Tapi Islam menjadikan perempuan supaya orang tidak terfikir perempuan spy atau dia tidak fikir dia perangkap musuh. Tapi orang-orang kafir dan yang tak ikut syariat, dia guna perempuan untuk perangkap musuh, perangkap lelaki, bukan supaya tak perasan spy. Itulah hikmahnya.
Kalau kita tak ulas sejarah ni orang akan kata tak patut budak Saiyidina Ali gantikan tempat Rasulullah SAW. Kalau tak dijadikan Asma spy, seolah-olah orang Islam yang fanatik dengan agama, perempuan itu tak ada peranan. Sebenarnya dalam Islam, dalam sesetengah hal perempuan boleh berperanan macam jadi spy atau pengintip, tapi ikut syariat.
kpd Antz: alhamdulillah! peranan Mujjaddid ialah untuk mengaja kita Ilmu2 yang ALLAH anugerahkan kepadanya. Ikot kata Mursyid, Insya’ALLAH selamat.
Kpd heliconia: seorang teman saya yang berpendidikan madrasah yng terkenal dirantau ini ketika dahulu dng melahirkan Ulama’2 yang mahsyur, dia sendiri mengakui, tidak pernah mendengar kuliah mengenai Halimahtus Sa’diah dengan kupasan ilmu yang luar biasa, walaupun kisah mengenai Halimahtus Sa’diah tercatit dalam kitab2 Maulid dan Sirah Nabawiah….
ALLAHu Akbar!!!!
Amin…!!!