(I) Wibawa Pemimpin Islam (Hadhari) yang seharusnya
Bagi seorang pemimpin, keterlaluan dalam menonjolkan emosi akan menjatuhkan maruah dan wibawanya, lebih-lebih lagi kalau emosi itu terhadap apa atau siapa yang menentangnya.
Ya Allah Ya Tuhan kami, hambaMu bermohon agar Kau tunjukkanlah jalan untuk menyelamatkan bangsa, agama dan negara kami, dan selesaikanlah masalah kami tanpa ada kepentingan pada diriku sendiri. Ameen.
————————————————————————-
Ciri2 pemimpin yang meneladani Rasulullah SAW
1. Lemah-lembut
Allah SWT memberi peringatan manusia akan lari atau menjauhkan diri sekiranya pemimpin bersikap keras dan kasar. Adakalanya manusia bukan menolak Islam, tetapi menolak cara pembawa perjuangan Islam. Apabila pejuang Islam ditolak, secara automatik Islam tidak dapat disampaikan.
Pejuang Islam yang lemah lembut dan berhikmah tidak akan menimbulkan prejudis di kalangan rakyat dan pemimpin bukan Islam.
——————————————————————————–
2. Kasih sayang dan pemurah
Pemimpin kasih sayang adalah lambang perpaduan. Manusia dapat bernaung di bawah pimpinannya. Manusia rasa terbela dan terdidik.Tanpa perlu bersyarah panjang meleret atau tanpa perlu bercakap banyak, melalui kasih sayang, hati manusia merasa mudah menerima pemimpin tersebut.
——————————————————————————–
Emosi dan sikap pemimpin bawahan seringkali mencerminkan diri pemimpin atasan.
3. Tidak emosi
Seorang pemimpin yang ‘emosional’ dalam erti kata sangat mudah memperlihatkan perubahan sikap dan wataknya mengikut situasi, sama ada yang menggembirakan atau menyusahkan, sama ada yang seronok atau yang dibenci, sama ada yang disenangi mahupun yang dia meluat.
Seringkali emosinya itu tidak dapat dibendung atau dikawal. Terhadap sesuatu yang dibenci, yang tidak disenangi, ditunjukkan kebenciannya itu tanpa berselindung.
Bagi seorang pemimpin, keterlaluan dalam menonjolkan emosi akan menjatuhkan maruah dan wibawanya, lebih-lebih lagi kalau emosi itu terhadap apa atau siapa yang ditentangnya.
Pemimpin emosional sangat beremosi bila dikritik. Kritikan adalah sesuatu yang amat tidak disenangi oleh para pemimpin. Emosinya sangat tergugat, tersentuh dan tercabar apabila dikritik. Mudah saja melenting, melatah, marah-marah, mempertahankan dirinya dan sekaligus akan menyerang kembali saingannya, pengkritik atau musuhnya.
Adakalanya dia kembali menyerang dengan membuta tuli tanpa usul periksa, tanpa menimbang dan menilai kebenaran sesuatu kritikan. Malah sampai diiringi pula dengan tindak balas menghukum pengkritik.
Alangkah tidak bermaruah apabila didapati bahawa pengkritik itu di pihak yang benar.
Tentulah amat sukar untuk menebus kembali kesilapannya itu. Lantas kadang-kadang terpaksa bertindak lebih ganas untuk menutup segala kesilapannya. Ini akan mendatangkan akibat lebih buruk lagi dimana boleh menghakis kepercayaan lebih ramai manusia terhadapnya.
Seorang pemimpin yang tidak emosi akan sentiasa membiarkan kritikan itu berlalu begitu saja. Sama ada dirinya di pihak yang benar atau sebaliknya, emosinya tetap terkawal. Ketenangan itu seringkali membuahkan kesan positif, terutamanya apabila terbukti bahawa dirinya di pihak yang benar.
Kalaupun pengkritik tidak menyerah kalah, namun ketenangan itu akan dapat menutup mulutnya atau menjadikan pengkritik itu malu sendiri. Andainya ada juga benarnya di pihak pengkritik, dengan cara tidak emosi itu dia mengambil langkah mengkoreksi dirinya. Dengan cara itu bertambah lagi tinggi maruah dirinya yang akan menambah kepercayaan manusia kepadanya.
Adakalanya terdapat juga kritik yang dilemparkan itu merupakan umpan para musuh. Apabila tidak dapat membendung emosi maka musuh cepat dapat mengenal kelemahan pemimpin tersebut. Dalam taktik provokasi ini, biasanya musuh sudah menyediakan berbagai perangkap lain. Ramai pemimpin gagal dalam berhadapan dengan kerenah manusia kerana menghadapi mereka dengan penuh emosi.
Akan datang ( MENDOAKAN PENENTANG )
4 Comments »
Leave a comment
About
ASSALAMUALAIKUM, AHLAN WA SAHLAN
Welcome to HELICONIA’S WEBLOG @ MALAYSIA
View Previous Entries Index : 2006-2008
Heliconia’s Weblog @ Malaysia lahir pada 20 Disember 2006, untuk mengisi satu ‘niche’ dunia internet yang tersendiri. Ia lahir atas inisiatif dan usaha peribadi, berupa himpunan pendapat bebas yang dikutip, juga diselang-selikan dengan tulisan sendiri. Heliconia memasuki dunia blogsfera ini untuk memberitahu bangsanya dan dunia seluruhnya, apa yang diyakininya dan diimpikannya, setelah melihat suatu ketidakadilan dan ’stereo-typing’ yang wujud sekian lama dalam medan politik dan media negaranya.
————————————————————————
DALIL SISTEM KHILAFAH AKAN MUNCUL SEBELUM KIAMAT;
1. Dalil Al Quran
Dan Allah telah menjanjikan kepada orang2 beriman di antara kamu dan yg mengerjakan amal soleh, bahawa mereka sesungguhnya akan dijadikan khalifah yg berkuasa di muka bumi ini
sebagaimana telah dijadikan khalifah orang2 sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yg telah diredhaiNya untuk mereka, dan dia benar2 akan menukar [keadaan] mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentiasa’
An Nur: 55
2. Dalil Al Hadis
Dari Nukman bin Basyir, katanya…
‘Suatu ketika kami sedang duduk2 di Masjid Nabawi dan Basyir itu seorang yg tidak banyak bercakap.
Datanglah Abu Saklabah lalu berkata
” Wahai Basyir bin Saad, adakah kamu hafaz hadis Rasulullah tentang para pemerintah?’
Huzaifah RA lalu segera menjawab.
” Aku hafaz akan khutbah Rasulullah SAW itu.”
Maka duduklah Abu Saklabah Al Khusyna untuk mendengar hadis berkenaan.
Maka kata Huzaifah RA, Rasulullah SAW telah bersabda.
“Telah berlaku Zaman Kenabian ke atas kamu, maka berlakulah Zaman Kenabian sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkat zaman itu seperti
yg Dia kehendaki.”
Kemudian belakulah zaman Kekhalifahan (Khulafaur Rasyidin) yang berjalan sepertimana Zaman Kenabian. Maka berlakulah zaman itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya.
Lalu berlakulah zaman pemerintahan yang mengigit (Zaman Fitnah -keamiran/beraja /zaman kesultanan ) Berlakulah zaman itu seperti yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya pula.
Kemudian berlakulah zaman penindasan dan zaman penzaliman(Zaman pemerintahan diktator dan demokrasi) dan berlakulah zaman itu seperti mana yang Allah kehendaki.
Kemudian berlakulah pula zaman kekhalifahan (Imam Mahdi dan Nabi Isa as ) yang berjalan di atas cara hidup Zaman Kenabian.”
Kemudian Rasulullah SAW pun diam….
~Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal di dalam
kitabnya Musnad Al Imam Ahmad bin Hanbal, Juzuk 4, halaman 273.
Juga terdapat dalam kitab As-Silsilatus Sahihah, Jilid 1,
hadis nombor 5.]
—————————————————
The followings are extracted from the book:-
AL MAHDI, JESUS and MOSHAIKH [the ANTICHRIST].
http://www.allah.com/download/ALMAHDI.doc
Narrated by the late Grand Muhaddith of Morocco, Shaykh Abdullah ben Sadek Al Ghumari , Ph.D,
(1914 - 1993) may Allah be pleased with him
1. The Youth of Tamimi
The Messenger of Allah, praise and peace be upon him,
was among a group of migrants and supporters.
Ali, the son of Abi Talib was on his left side and Abbas on his right side
when Abbas and a man from the supporters started to debate
with one another.
The supporter spoke harshly to Abbas,
then the Prophet, praise and peace be upon him,
took the hand of Abbas and the hand of Ali and said:
“From the loins of this (indicating to Abbas)
will come a youth who will fill the earth with transgression and injustice
and from the loins of this (indicating to Ali)
a man who will fill the earth with fairness and justice.
If you see this pay attention to the Tamimi youth who will come
from the direction of the east — he is the owner of the
Banner of Al Mahdi.”
Al Hasan Al Basri said:
“A man of medium stature will come from Ar-Ray (a far-eastern town).
He will be dark and from the children of Tamim -
a Wasaj, named Shuayb son of Salih with four thousand men.
Their clothes will be white and Banners black,
and at his front is Al Mahdi.
He meets no one that he does not defeat and scatter”.
Ka’b, the son of Alkamah said:
“In front of the Banner of Al Mahdi will come a youth
whose beard is yellowish and thin.
If he fights the mountains, he will destroy them
until he reaches Alya’.”
2. Black Banners from the EAST asking for the truth
Ibn Masood reported: “We went to the Messenger of Allah,
praise and peace be upon him,
and he came out with good news -
and happiness was easily recognizable upon his face.
When we asked him about a matter
he would tell us about it,
and we were never silent about anything until he spoke of it,
until a party from the Bani Hashim passed by
amongst whom were Al Hasan and Al Hussain, peace be upon them.
When he saw them he hugged them with tears in his eyes,so we asked:
‘O Messenger of Allah’
we see something has changed your face which distresses us
‘Thereupon he replied:
‘We are a Family of a House
for whom Allah has chosen the Hereafter rather than the present.
After me my family will be refugees,
driven out of countries until the Black Banners are raised in the east.
They will ask for the truth
but they will not be given it,
so they will ask again for it,
and they will not be given it ,
so they will fight and be given victory.
Those of you or your descendants who live during that time
go to the Imam of the Family of my house
even if you have to crawl over ice to him.
Indeed, they are banners of guidance.
They will deliver it to a man from the Family of my House
his name is the same as my name,
and the name of his father is the same as my father,
and he will fill the ground with fairness and justice.
3. Black Banners from the East
“The Black Banners will come from the East for
the children of Al Abbas.
Then there will remain whatsoever Allah wishes.
Then, small Black Banners will come
to fight a man from the children of Abu Sufyan from the East.
They will give their allegiance to Al Mahdi.
“Allah will send a Black Banner from the East,
and Allah will give victory to whosoever supports it.
Whosoever does not support it, Allah will forsake them!
4. Hearts like Iron
“The Black Banners will come to you from the East,
their hearts are like iron.Whosoever hears about them
let them go crawling — even over ice!”
5. The Government of Al Mahdi:
“People will come from the east
and will establish the government for Al Mahdi.”
6. Al Mahdi : Resemble an Arab or an Israel
“Al Mahdi is a man from my children.
His face is like a glittering star,
his skin is the color of an Arab,
and his body is like that of Israel.
He will fill the earth with justice
just as it will have been filled by injustice,
and the dwellers of Heaven and Earth
will be pleased with his Caliphate.”
“If only one day remains in the world,
Allah will send a man with a name like mine.
His manners will be likened to my manners.”
“Al Mahdi is a man from my children
his color is that of the Arab,
and his body is like that of Israel.
On his right cheek there is a mole
that glitters like a star.”
7. Al Mahdi with his banner
Al Mahdi will come upon his Banner and the herald will proclaim:
‘This is Al Mahdi, the Caliph of Allah so follow him!”
8. A group keep fighting for the truth
A group from my nation will keep fighting for the truth
until Jesus, the son of Mary descends at dawn in the
Mosque of Jerusalem.
He will approach Al Mahdi who will say:
‘O Prophet of Allah, come, lead us in prayer.’
But he will decline saying:
‘This nation has princes over each other’
~God will bring out from concealment al-Mahdi from my family and just before the day of Judgment; even if only one day were to remain in the life of the world, and he will spread on this earth justice and equity and will eradicate tyranny and oppression.
~Terjemahnya : Allah akan mengeluarkan dari persembunyiannya, Al Mahdi (iaitu) dari kalangan kaum keluargaku sejurus sebelum hari kiamat walaupun kiamat itu tinggal sehari sahaja lagi. Dia akan menyebarkan keadilan dan kesaksamaan di atas muka bumi ini dan menghapuskan kezaliman dan penindasan.[ A Hadith in Musnad Ahmad ibnu Hanbal, Vol 1, p 99 ]






Menarik gambar-gambar tu. Habis semua kena sapu bersih. Teruskan dengan minda wibawa yang jarang ditemui di alam cyber.
Assalamualaikum Abuya, Tahniah atas produk Roti Ikhwan.
sapu jangan tak sapu…saya sapu halim!!!!
sekarangla masa untuk sapu bersih…
sudah lebih 50tahun telah berlalu zaman ditangan pemimpin2 yang dilantik oleh manusia…
sebab itu masalah silih berganti..
nampak seperti aman tapi hakikatnya tidak..
nampak seperti maju namun hakikatnya tidak semua yang mendapat manfaat..
nampak seperti sudah menang namun hakikatnya menonjolkan kekalahan..
sekarangla masanya laluan diberikan kepada pemimpin yang TUHAN sendiri lantik..
untuk memakmurkan MALAYSIA mengikut acuan TUHAN…
Apalah yang hendak dibanggakan dengan sistem demokrasi
makin ke hujung semakin membawa kecelakaan
Hasil demokrasi tidak dapat melahirkan pemimpin yang adil dan jujur
kepada bangsa dan negara apatah lagi kepada agama
Tidak kira berlaku di negara mana dan oleh apa bangsa
Hasil demokrasi masyarakat berpecah-belah, negara porak-peranda,
ekonomi binasa
Ramai pemimpin yang menang secara kotor, paling tidak menjadi tanda tanya bagi yang berjaya
Undi boleh dibeli, rasuah boleh dibagi, untuk menang ada janji-janjinya
Musim pilihanraya seolah-olah mendapat ikan kena tuba atau durian runtuh
oleh setengah orang
Rakyat yang tidak bertanggungjawab, pemimpin yang kotor memberi sogokan dan suap
Rakyat diperjudikan, rakyat dipermainkan, rakyat jadi buah catur oleh tangan-tangan yang khianat
Rakyat umum menunggu pembela dari satu pilihanraya (PEMILU) ke satu pilihanraya (PEMILU) namun tidak kunjung tiba
Harapan demi harapan namun tidak menjadi kenyataan
Di setengah negara kerana tidak puas hati hasil demokrasi rakyat demonstrasi
Kerana adanya politik wang, ada penipuan di dalam undian
Rakyat tidak puas hati, bercakap-cakap serata negara namun pemimpin
tidak terasa malu juga
Apa perlu malu yang penting aku sudah menang, aku sudah berjaya dan ada kuasa
Yang tidak ada duit tapi mahu berjaya mencerca dan mengata,
menfitnah dan menghina
Tuduh-menuduh satu sama lain, hilang kasih sayang,
hilang perpaduan di dalam Negara
Di dalam demokrasi terpaksalah ada kroni, ada klik-klik, ada team dan kem
Ada orang aku, ada orang dia, ada orang depa setengah musuh jadi lawan,
lawan jadi musuh
Kawan tidak setia mudah dapat kawan mudah hilang kawan
Penyakit demokrasi ini berlaku di dalam negara,
berlaku di dalam parti seolah-olah sudah jadi budaya
Di dalam demokrasi payah mencari kejujuran, payah mencari kawan setia,
payah kata dikota (dilaksanakan)
Di dalam demokrasi khianat-mengkhianati, jatuh-menjatuhkan perkara biasa
Bahkan di setengah negara bunuh-membunuh pun terjadi juga
Kemudian pemimpin-pemimpin demokrasi itulah juga yang berslogan: mari bersatu, mari maju, mari bekerjasama
Bila rakyat tidak bersatu, bertindak balas terang-terangan
atau senyap-senyap kerana Mereka menuduh-nuduh setengah rakyatnya, sebenarnya mereka lempar batu sembunyi tangan
Padahal rakyat rosak kerana mereka
Bukan rakyat buta mata, bukan rakyat bodoh semuanya
Tapi rakyat tidak mampu bertindak kerana mereka sudah dilemahkan
oleh pemimpin-pemimpin mereka yang buta hati yang celik mata
~Ustaz Ashaari Muhammad~
[...] READ MORE… Click Here [...]
Pingback by Wibawa Seorang Pemimpin Seharusnya… | JaguhInternet.MY | April 18, 2008